jalan kebaikan

Kembali ke Jalan Kebaikan

Shoutussalam.com – Barangsiapa menanam pasti ia akan menuai hasilnya,kebaikan merupakan sifat terpuji, seorang muslim bila melakukan kebaikan terhadap orang lain akan memperoleh pahala kebaikan sesuai dengan apa yang ia kerjakan, sebagaimana sabda Rosulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
Barangsiapa menunjukkan ke jalan petunjuk ( kebaikan ) baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tidak terkurangi sedikitpun pahala yang mereka dapatkan, dan barangsiapa mengajak ke jalan kesesatan maka baginya dosa seperti dosa dosa orang yang mengikuti kesesatannya, tidak terkurangi sedikit dosa sebagaimana dosa yang mereka (dapatkan). HR Muslim
Seorang muslim dianjurkan untuk melakukan kebaikan baik itu dengan cara berdakwah atau dengan cara yang lainnya sebab salah suatu dari kewajiban bagi seorang muslim adalah mengajak saudara muslim lainnya ke jalan yang benar agak supaya tidak terjerumus ke lubang kesesatan, menyeru manusia untuk kembali beriman kepada Allah dengan memerintahkan yang ma’ruf serta menjauhi yang mungkar saling menasihati dalam kebenaran serta saling menasihati dalam kesabaran dan mengajarkan hak Allah terhadap hambanya adalah merupakan pilar dari terjauhnya manusia dari kerugian hidup di dunia, sekalipun kecil apapun kebaikan yang kita serukan, sesungguhnya Allah maha mengetahui dan Allah akan membalas kebaikan yang telah kita lakukan ,dan tidak akan mendholimi seorang pun walaupun seberat zarrah, sebagaimana firman dalam surat Az Zilzalah ayat 7-8 :
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهُ  وَ مَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهُ
Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya (7) dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat ( balasan)nya (8)
Dalam shohih bukhori, kitab Adab, di bab perkataan yang baik beliau meriwayatkan, bahwa rosulullah bersabda:
“Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun dengan sebiji kurma ataupun dengan kalimat yang baik.”
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bahwa ada beberapa orang sahabat Rosulullah shalallahu ‘alaihi wassalam berkata kepada beliau, “wahai Rosulullah, para orang orang kaya telah mendahului kami dengan membawa banyak pahala, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa akan tetapi mereka bersedekah dengan kelebihan harta yang mereka miliki, Maka belau shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda ; “Bukankah Allah telah menjadikan untuk kalian sesuatu yang kalian sedekahkan ? Sesungguhnya setiap ucapan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap ucapan tahlil sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan pada kemaluan kalian juga terdapat sedekah” mereka bertanya : Wahai Rosulullah apakah orang yang mendatangi syahwatnya diantara kami juga akan mendapatkan pahala ? beliau menjawab: bagaimana menurut kalian jika dia menyalurkan syahwatnya pada sesuatu yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa ? Maka demikian pula jika dia menyalurkan pada sesuatu yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala (HR Muslim no 1006)
Demikian juga kita diperintahkan untuk selalu menjalankan kebaikan sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadist, Dari Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Hendaklah kalian selalu melakukan kebenaran karena kebenaran akan menuntun kepada kebaikan dan kebaikan itu menuntun ke surga. Jika seseorang selalu berbuat benar dan bersungguh dengan kebenaran ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat benar. Jauhkanlah dirimu dari bohong karena bohong akan menuntun kepada kedurhakaan dan durhaka itu menuntun ke neraka. Jika seseorang selalu bohong dan bersungguh-sungguh dengan kebohongan ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat pembohong.” Muttafaq Alaihi.
Faedah Dari Kebaikan
Rosulullah bersabda :
“Apabila seorang hamba sakit atau bersafar maka Allah mencatat baginya pahala seperti pahala amal yang dikerjakan saat dia tidak bersafar.” (HR. Bukhori)
Dari faedah hadist di atas adalah bahwa sesungguhnya siapa saja yang terbiasa dengan mengerjakan kebaikan kemudian terkurangi disebabkan karena udzur yang penting seperti safar maupun sakit, maka dicatat baginya seperti amal kebaikan yang biasa dia kerjakan dan mendapatkan pahala sebagaimana saat ia mengerjakan amal kebaikan tersebut.
Dari hadist diatas menunjukkan bahwa pentingnya untuk kembali melakukan amal kebaikan yang semua manfaatnya akan kembali kepada orang muslim dan inilah karunia Allah subhanahu wata’ala atas hambanya muslim.
Dari faedahnya :
  1. Tidak terputusnya hubungan seorang hambanya (muslim) dengan roobnya (ALLAH)
  2. Amal kebaikan yang tiada terputus
  3. Sebagai saksi di hadapan Allah ketika hidup di dunia
  4. Banyaknya barokah dalam kehidupannya sehari hari
  5. Husnul Khotimah.
Maka selayaknya selalu bermuhasabah kembali untuk melakukan amal kebaikan, sebab seorang muslim tidak akan melakukan amalan kebaikan untuk memperoleh kehidupan dunia yang fana akan tetapi selalu mengaharapkan ganjaran dan pahala dari Allah subhanahu wata’ala.
Sebagimana perkataan imam Hasan Al Bashri dalam membedakan karakter antara orang muslim dan munafik, bahwa seorang muslim selalu mengumpulkan didalam hatinya kebaikan yang banyak dan takut,(takut karena amalnya tidak diterima oleh Allah ), sedangkan orang munafik mengumpulkan kejahatan yang banyak tetapi hatinya merasa aman, itu sebabnya seorang muslim terus melakukan dan membenahi amalan kebaikannya, hingga ia mendapatkan balasan yang diperoleh dari Allah dan mendapatkan buah hasil dari kebaikannya di akhirat kelak, semoga kita termasuk orang yang selalu berusaha untuk melakukan kebaikan, dan ikhlas dalam beramal. Wallahu ‘alam.

Comments

Popular posts from this blog

Beberapa Istilah Orang Yang Ngomongnya Belibet Dalam Psikologi

Inilah Manfaat Jalan Kaki

Cara Mengatasi Kegalauan